Hey, slow it down, whataya want from me?
Whataya want from me?
Yeah, I'm afraid, whataya want from me?
Whataya want from me?
There might have been a time when I would give myself away
Oh, once upon a time, I didn't give a damn
But now, here we are, so whataya want from me?
Whataya want from me?
Just don't give up, I am workin' it out
Please don't give in, I won't let you down
It messed me up, need a second to breathe
Just keep coming around
Hey, whataya want from me?
Whataya want from me?
Whataya want from me?
Yeah, it's plain to see
That baby you're beautiful and it's nothing wrong with you
It's me, I'm a freak, yeah
But thanks for lovin' me 'cause you're doing it perfectly
Yeah, there might have been a time
When I would let you step away
I wouldn't even try
But I think you could save my life
Just don't give up, I am workin' it out
Please don't give in, I won't let you down
It messed me up, need a second to breathe
Just keep coming around
Hey, whataya want from me?
Whataya want from me?
Whataya want from me?
Whataya want from me?
Whataya want from me?
Just don't give up on me
I won't let you down
No, I won't let you down
And so just don't give up, I'm workin' it out
Please don't give in, I won't let you down
It messed me up, need a second to breathe
Just keep coming around
Hey, whataya want from me?
Just don't give up, I am workin' it out
Please don't give in, I won't let you down
It messed me up, need a second to breathe
Just keep coming around
Hey, whataya want from me?
Whataya want from me?
Whataya want from me?
Whataya want from me?
Whataya want from me?
Whataya want from me?
Jumat, 07 Oktober 2011
Memikirkan kembali apa arti kata 'CINTA'...

Tak ada yang tahu, apa definisi sebenarnya dari kata tersebut.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia, CINTA berarti 'ingin sekali', 'rindu', 'risau', 'kasih sekali', 'sayang sekali'.
Menurut orang-orang yang sedang kasmaran, CINTA berarti 'kasih sayang yang tiada tara dan tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata'.
Menurut orang-orang yang patah hati, CINTA berarti 'sakit yang tak pernah habis'.
Menurut orang-orang yang tak pernah serius, CINTA hanyalah permainan.

Menurut orang-orang yang sunggguh-sungguh mencari teman hidupnya, CINTA adalah segalanya.
Menurut orang-orang yang mudah curiga, CINTA tidak dapat dipercaya.
Menurut orang-orang yang setia, CINTA berarti kepercayaan.
dan masih banyak lagi definisi CINTA yang tidak kita ketahui.
Hanya satu kata, tapi memiliki begitu banyak arti yang tidak dapat disebutkan satu persatu. setiap orang di dunia mungkin memiliki lebih dari satu arti untuk CINTA.
Tapi yang ku tahu, ketika kita mencintai seseorang, kita seakan rela memberikan apapun untuknya, bahkan hidup kita.
Sekuat itukah satu kata CINTA?
Semenarik itukah kedengarannya?
Sepahit itukah kenyataannya?
Seperti itukah CINTA?
'Buku' yang Terjamah

Tergoreskan tinta di lembar kehidupan seorang gadis. Dari begitu banyak buku yang memiliki lembar kosong, terpilihlah sebuah buku yang disebut hati. Tinta itu menggores halus, awalnya, seakan goresan itu tak bermakna.
Tahun berganti, goresan tinta pun selalu berganti rupa dan selalu samar. Hingga akhirnya goresan itu semakin terlihat. Tapi tak lama, goresan itu terhenti.
Gadis itu memutuskan untuk tak ingin membiarkan buku itu tergores untuk sementara waktu. Tapi tanpa dia sadari, pena takdir sudah mulai bergerak. Menggoreskan tinta yang lebih samar daripada sebelumnya. lebih tidak terlihat, tapi tergoreskan dengan sangat pasti.
Waktu berlalu, membiarkan goresan itu berlanjut. Terkadang jelas. Terkadang samar. Perlahan tapi pasti, goresan itu memenuhi halaman demi halaman.
Dan tiba-tiba goresan itu terhenti, lagi.
Untuk waktu yang cukup lama, tinta tersebut seakan menghilang. Menyisakan halaman yang putih tak bernoda. Buku tersebut dibiarkan terbuka, tanpa adanya goresan tinta.
Lalu mulai terbentuk sebuah titik, yang sangat jelas. Berlanjut menjadi sebuah garis, dan goresan tersebut terlihat kembali. Dengan bentuk yang sama dengan goresan yang terhenti sebelumnya, hanya saja kali ini terlihat lebih jelas. Semakin lama semakin tegas.
Kemudian goresan itu berganti warna, tak lagi hitam putih, tapi penuh dengan warna lainnya. Halaman buku hati gadis itu selalu terisi dengan goresan tinta warna.
Meskipun tak jarang warna itu sendu, tapi seringkali warna tersebut cerah. Secerah perasaan gadis itu. Sesendu hatinya yang tersakiti.
Meski sempat beberapa kali terhenti, tapi bentuk goresan itu tak pernah berubah. Selalu dalam bentuk yang sama. Meskipun dengan warna yang acap kali berbeda.
Dan kini, goresan itu seolah benar-benar terhenti. Menyisakan halaman buku yang basah dan kelam. Hanya waktu yang bisa menjawab apakah goresan itu akan berlanjut dengan bentuk yang sama. Ataukah buku tersebut akan tertutup untuk selamanya.
Langganan:
Komentar (Atom)