
Aku menuliskan pertanyaan ini dengan kesadaran tinggi bahwa aku juga merupakan manusia yang tidak luput dari khilaf
Mengapa…
Setiap kata yang terucap tidak dapat dikendalikan?Langsung meluncur keluar dari lisan, tanpa ada kesempatan untuk memperbaikinya
Mengapa…
Sangat mudah untuk memperbincangkan kekurangan orang lain?
Tanpa ada keinginan untuk melihat jauh ke dalam diri
Apakah diri ini sudah sangat suci, sehingga dengan mudahnya menggunjingkan hal-hal yang seharusnya menjadi aib?
Mengapa…
Setiap orang lebih memilih untuk memperbincangkan sisi jahat daripada sisi baiknya?
Apa sebenarnya hal yang menarik dari sisi jahat tersebut?
Mengapa tidak ada orang yang lebih memilih untuk mendiskusikan hal-hal baik tersebut?
Apa yang menyebabkan sisi baik tertutupi dengan kejahatan yang bahkan terkadang tidak disadari kapan, dimana, mengapa diperbuat?
Apa yang menyebabkan orang-orang senang dengan isu yang tidak jelas?
Apa yang menyebabkan orang senang membuat isu tersebut?
Atas dasar apa mereka bisa mendiskusikan hal-hal yang bahkan tidak mereka ketahui kebenarannya dengan mata kepala mereka sendiri?
Apakah tidak ada kesadaran bahwa kita juga merupakan manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan?
Tidak ada yang sempurna selain diri-Nya
Semua itu hanyalah sebagian kecil pertanyaan yang ingin sekali disampaikan…
Hati seakan mencela segala perbuatan yang telah disebutkan, menganggap nista orang-orang yang menjadi subjek dari pertanyaan ini.
Tapi aku sadar, terkadang lisanku juga tidak terjaga